Header

Header
Dunia ini gelap. Carilah penerang. yaitu Ilmu Pengetahuan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa

Puisi Untuk Ibu

Puisi Untuk Ibu
IBU merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir-bibir manusia, dan Ibu merupakan sebutan terindah. Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa. Ibu adalah segalanya, dan Ibu adalah penegas kita dikala lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista. Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapapun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.


Berikut ini ada beberapa koleksi kumpulan Puisi Untuk Ibu Tercinta khusus untuk Anda yang lagi nyari bahan ucapan buat mengungkapkan rasa sayang Anda ke seorang Ibu. Dibawah ini mungkin bisa Anda baca dan simak dengan lengkap beberapa Puisi Ibu yang sudah saya sediakan.

Selembar Puisi Untukmu Ibu

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu…

Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu

Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu… kau berlian dihati kami

Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu

Ibu…
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami

Ibu…
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.

---------------------------------

Terima Kasih Ibu

IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa

IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...

IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu

---------------------------------

Doa'mu Ibu

Ibu...!
Aku tahu...
Semua letihmu itu tulus
Dan...akupun tahu
Bukan apa-apa yang engkau ingin
Engkau tak pernah inginkan apa-apa

Ibu...!
Dulu engkau pernah bilang
Cepatlah besar anakku !
Jadilah engkau orang besar
Yang membesarkan hati Ibu

Ibu...!
Semua hebatku
Tak kan pernah ada
Tanpa ikhlas pengorbananmu

Ibu...!
Sabdamu adalah do'a
Do'a yang nyaring terdengar
Dan pasti... didengar !

Bukan gelimang harta tuk membalas
Bukan pula, tahta dan mahkota
Sujud dan bakti jualah
Harta yang sesungguhnya!

---------------------------------

DOA UNTUK IBU

Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani

DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku

Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada

Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu

---------------------------------

TANGISAN MATA BUNDA

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

---------------------------------

Ibu
Aku lahir tanpa apa-apa,
Engkaulah yang mengajariku segalanya,
Membesarkanku dengan segala upaya,
Berharap aku kan jadi orang yang berguna..

Ketika aku menangis dalam takut,
Engkaulah yang menenangkanku..
Dan ketika aku jatuh sakit,
Engkaulah yang selalu berada di sampingku..

Engkau menegurku ketika aku salah,
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa,
Engkau menghiburku ketika aku sedih,
Engkaulah yang menyembuhkanku ketika aku terluka..

Kini aku telah dewasa,
Berusaha mengejar dan meraih cita-cita,
Berharap kan menjadi orang yang berguna,
Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga..

Terima kasih ibu,
Engkaulah segalanya bagiku,
Tanpamu kini aku bukanlah apa-apa,
Kasihmu padaku tak kan terbalas sepanjang masa...

---------------------------------

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja,
Tak ada lelah menggores diwajah cantikmu.
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui,
Langkah itu terus berjalan untuk kami.
Dua bidadari kecilmu...
Desah mimpimu berlari,
Mengejar bintang...
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu,

Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi.
Ini peran terbaikmu...
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami.
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami,
Mendera doa disetiap detik nafas kami.

Ibu...
Kau berlian dihati kami.
Relung hatimu begitu indah,
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya.
Derai air matamu menguntai sebuah harap,
Di setiap sholat malammu...

Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu,
Memanggul semua mimpimu dalam pundak kami. Ibu...
Jangan benci kami,
Jika kami membuatmu menangis...

Itulah beberapa koleksi Kumpulan Puisi Untuk Ibu yang semoga bisa bermanfaat untuk Anda para pembaca

Puisi Cinta Terbaru

Berikut ini ada beberapa contoh koleksi dari saya mengenai Puisi Cinta Romantis khusus untuk kalian para pencari cinta sejati. Kumpulan Puisi Cinta ini bisa kalian share ke kekasih hati atau pacar kalian tentunya, agar dalam menjalin hubungan cinta kasih selalu romantis pake banget hehee :)

Cinta Sejati

Sejak kehadiranmu hingga kini
Ruang hatiku beraroma wangi
Buaian bunga-bunga rindu menari
Yang kau tinggalkan dihati

Makin lama bersemi
Tanpa layu senyum ini
Tersirami cinta suci
Darimu kekasih hati

Jangan biarkan kusendiri
Ku hanya ingin memiliki
Dirimu seutuhnya cinta sejati
Menjadi harga mati tak tertawar lagi

Andai ada pengganggu hati
Hati ini tegas menghadapi
Janganlah engkau ragu lagi
Hati ini milikmu abadi

----------------------------------

Keajaiban Cinta

kerinduan dalam diriku
tidak dapat aku ungkapkan
dikesepian malam ini
aku hanya dapat mengingatmu

bulan, bintang , bahkan hawa di sekeliligku
seakan mreka bertanya pada diriku
aku tidak dapat megatakan satu katapun
selain aku hanya menginginkan kedatanganmu

Kasih, aku merindukanmu
aku tidak mampu mempercepat malam ini
aku sangat rindu padamu
pada kenangan yang sudah kita lewati.

kasih pernahkah kamu memikirkanku
apakah kamu juga mengharapkan kedatanganku
aku menginginkanmu untuk merasakan apa yang kurasaka
dan berharap keajaiban cinta menghampirimu

aku tertegun didalam heningnya malam
aku merenung di sudut gelap kerinduan
aku menangis ditengah kesepian
tiada satu orangpun menghampiriku

aku berharap engkau datang
memperlihatkan keajaiban cinta
menemani kesepianku dan suasana hidupku
berharap lantunan kata cinta darimu

----------------------------------

Aku Jatuh Cinta Lagi

aku jatuh cinta lagi
saat seorang bidadari menatapku
aku terdampar lagi
dalam jeratan cinta kasih
ketakutanku datang lagi
akan cinta yang hancur di musim lalu

aku terperangkap lagi
oleh cinta yang baru aku temui
cinta yang datang tanpa aku harapkan
cinta yang sering menyakitiku
aku ingin sekali jatuh cinta lagi
tapi apa daya ku
ketakutan itu selalu muncul dalam benaku

maafkan aku cinta yang datang
aku tak bisa alngsung menerimamu
aku harus seleksi kamu dulu
agar aku tida tercabik oleh duri dibelakangmu
bukan aku tak menghargaimu
tapi ini demi keselamatan hati dan cintaku

----------------------------------

Aku Butuh Cinta

Sepi, Sunyi, Hening, Diam…
Dunia bagai mati
Tak ada rasa, hampa…
Yang ada hanya kebekuan
Yang ada hanya kebisuan
Yang ada hanya kegersangan

Saat itu aku baru sadar
Bahwa aku butuh cinta
Bahwa aku butuh kasih dan sayang
Tanpa cinta, hidup terasa hampa
Dan tanpa cinta alam pun tak akan bersemi

Cinta…
Sebuah kata, sejuta makna
Cinta adalah harapan
Cinta adalah keindahan
Cinta adalah nilai-nilai yang penuh cita rasa

Dengan cinta, kita bisa memandang dunia
Dengan cinta, kita dapat mencipta harapan dan impian
Dengan cinta, Kita mampu meraih angan-angan

Aku, Kau, Dia, Mereka, Kita semua membutuhkan Cinta
Karena kita pun tercipta dari cinta
Sebab TUHAN pun mencipta dunia ini dengan cinta

----------------------------------

Kekuatan Cinta

Saat kau hadir..
Kau slalu memberi kekuatan untuk ku..
yang membuatku tegar, setegar batu karang..

Tapi setelah kau pergi..
Kau tancapkan luka yang teramat dalam di hatikku..

Bagai bunga mawar yang terlihat elok..
Namun durinya sangat menyakitkan,
bagi semua orang yang tertusuk..

Seperti cintamu yang indah..
Saat kau ucapkan kata-kata itu..
Tapi begitu kau menarik ucapanmu,
Sangat menyakitkan hati ini..

Karna tanpamu aku lemah..
Seolah-olah hati ini mati..
karna kaulah separuh nyawa dan jiwaku..
dan karna kaulah kekuatanku..
yang kan slalu mengisi kekosongan hati ini..

----------------------------------

Terima Kasih Sayang

Di keheningan malam ini aku tak dapat tidur
Terdengar derap langkah dalam hati ini…
Sepertinya ada seseorang yang memanggilku
Melambai berharap aku ada disampingnya…

Cinta mengagetkan ku lagi…
Setelah sekian lama, dan ku berfikir
Cermin di wajah sang ayu kembali membayangiku
Dalam derap langkah menusuk kalbu
Mengalunkan melody yang mengisi kekosongan malam…
Mengucapkan salam Cinta pada malam ini…
Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahunku…

Kan kuingat selalu setiap yang ada pada dirimu, sayang…
Sebab walau kau tak tahu, aku selalu merindukanmu
Dan dalam detak jantung ini ada namamu…
Tak mungkin akan kulupakan sebab kau adalah nafas hidupku
Terima Kasih Sayang…atas segala yang kau beri buatku…
Terimas Kasih…

----------------------------------

Cinta Untuk Kekasih

Mungkin cinta ini hanya untukmu
Tulus dari dalam hatiku
Mungkin cinta ini telah memilihmu
Ikhlas tak berbatas waktu

Ku tulis cinta ini di langit
Untuk dibaca surga dan bumi
Semoga kau ‘kan mengerti
Cinta ini suci tak terbagi

Hanya kau yang ada dihatiku
Mengalir dalam darah dinadiku
Merangkai mimpi ditidurku
Menjadi ratu di istana cintaku

Kau ‘kan selalu dihatiku
Hingga batas akhir nafas dihidupku

----------------------------------

Janji Romantis

Jangan kau ragukan cinta dan kesetiaanku
Langit dan bumi pun tahu
Cinta kasihku satu
Dan itu hanya untukmu

Ku ingin kau mengerti
Cinta ini suci tak terbagi
Sampai nafasku terhenti
Hanya kau yang ada dihati

Ku persembahkan untukmu janji setia
Mulai kini dan selamanya

----------------------------------

Cinta Romantis

Tak terasa kita telah bersama
Kebahagiaan dan kesedihan selalu kita lalui berdua
Aku untukmu dan kau untukku
Hukum itu selalu kita pegang erat-erat

Setiap hembusan nafas selalu menyebutmu
Setiap aliran darah selalu berkata namamu
Siang malam aku selalu membayangkanmu
Tak terasa kita telah bersatu

Semoga tuhan terus memberkati
Hubungan jujur tak kan pernah mati
Aku berjanji untuk setia
Aku yakin kaupun setia

Nah itulah beberapa kumpulan Kumpulan Puisi Cinta Romantis dari saya yang semoga bisa bermanfaat untuk para pembaca, jangan lupa juga untuk membaca lagi Puisi Persahabatan Sejati pada postingan sebelumnya.

Puisi Alam


Berikut tambahan puisi yang mengungkapkan keindahan alam sekitar. Mengungkapkan keindahan dalam setiap kata, silahkan disimak dibawah ini dan nikmati sensasi yang diberikan. Berikan hatimu untuk puisi yang tertulis dibawah ini supaya dapat mengkhayati, meresapi dan memahami

Puisi Alam

Lihatlah hutan kita ini
Sedikit habis oleh orang-orang
Yang tidak memikirkan masa depan
Dia mementingkan pribadi tanpa peduli
Lewat puisi alam imi aku bertanya
Lewat curahan kata aku bicara

Indahnya tanahku di atas negeri
Ribuan pulau menyapa senyum bijaksana
Indonesia tercinta tetumbuhan menghijau
Aku lahir di sini

Di tempat surgawi
Tanahku subur penjajah suka buahku
Mereka berkelana dari kejauhan
Mereka datang berbondong

Akhirnya mereka pergi dengan semangat alam
Penjajah pergi, penjajah lenyap
Sekarang diri menjarah diri
Hutan kita habis berkeping

Sisa akar-akar yang suram
Satukan jemari, beri yang lain pencerahan
Cukup tanam satu tunas sehati
Atau lindungi yang sudah merambah

Tanpa kau ketahui kau melestarikan
Janin di masa mendatang
Sengaja gambar ini terpampang
Sengaja gambar ini tersimpan
Agar kita mengerti takkan ada lagi yang asri
Kalau kita tak peduli

-----------------

Ya....itulah puisi yang mengungkapkan berbagai hal tentang alam, berbagai hal tentang cara mengungkapkan indah nya alam semesta. Setiap keindahan dijabarkan secara tepat dalam setiap kata, setiap kalimat, setiap paragaf bahkan setiap spasi.

Ternyata gan, sebelum menulis puisi keindahan alam. Blogbintang.com ternyata pernah menulis puisi tentang alam juga, mungkin banyak pembaca blogbintang.com terutama yang baru saja bergabung, tidak mengetahui akan artikel ini. Baiklah kalau begitu saya postingkan kembali puisi nya untuk diterjemahkan kembali dalam setiap hati pembaca blogbintang.com

PEMANDANGAN DI QUE-LIN
by Husseyn Umar

gunung-gunung dan bukit-bukit hitam
 tinggi dan tajam
 menjulang menusuk-nusuk awan

air sungai Li berkelok-kelok
 bermain-main di celah kaki-kakinya

bilakah sebenarnya
 dewa-dewa telah turun dari langit
 sempat-sempatnya membuat
 pahatan alam yang begini cantik!

Puisi tentang angin laut di alam

ANGIN LAUT


Perahu yang membawamu
 telah kembali
 entah ke mana
 angin laut mendorongnya ke ujung dunia
 Engkau tidak mengerti juga
 Duduklah
 Ombak yang selalu
 pulang dan pergi.
 Seperti engkau
 mereka berdiri di pantai
 menantikan
 barangkali
 seseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.

( Baca Juga Kumpulan Puisi yang Lain di Blog ini !)

Sabtu

Apatis

APATIS

Asaku pudar
Tenggelam dalam kelam malam
Tak ada bintang
Tak ada kasih sayang
Sementara kelelawar malam terbang tinggalkan sarang
Dan…rembulanpun tak kuasa pantulkan sinar
Bersama dengan nyanyian syetan yang melolong
Menyumbat nurani, mengikis Iman

Ada kegamangan dalam kalbu
Rasa apatis yang tidak bertepi
Menebar racun pesimis ke pelosok otak
Dan keangkuhan tinggal keangkuhan

Cahayaku lekang
Terkikis oleh manisnya dosa
Yang terwujud dalam gelimang tubuh perempuan telanjang
Aku hilang diri
Hanya desah nafsu yang terus kuasai jiwa
Sementara aku tak tahu kapan akhir dari semua itu

Yang ada hanya hasrat untuk mengulang
Dan terus mengulangi hangatnya dosa
Berkelana mengumbar angkara, menebar benih-benih api neraka

Akankah Tuhan mau menerimaku ?
Hamba penuh noda dosa

Sementara jauh dalam nuraniku
Ada pengharapan atas ampunan Tuhanku
Sembari terus menikmati indahnya dosa-dosa
Mungkinkah itu ?

Aku ingin taubat
Tapi kenapa aku tiada daya
Atau
Apakah aku sudah tersurat menjadi
Calon penghuni neraka ?. Na’udzubillah mindzalik



CINTA

Ketika alam bercerita tentang cinta
Mentaripun riang pancarkan sinarnya
Dan kicau burung mengiringi setiap senyumnya

Ketika Adam menyatakan cinta pada hawa
Bidadaripun tersipu
Sementara Malaikat membentang sayap
Mengucap salam penghormatan
Tanda syukur pada Tuhannya

Dan…
Ketika kucoba satukan rasa
Tuk ungkapkan cinta
Semua mencaci
Benci

Mungkin cintaku hanya seserpih debu
Yang berhambur diantara syafir
Namun salahkah aku tuk mencinta
Dan menjadi pecintanya

Cerca dan hina berganti menyambangi hari
Menimbulkan derita dan lara direlung hati
Akankah berbuah kebahagiaan,
 Bila Tak kulihat senyuman diwajahnya


JALAN KEHIDUPAN

Kumelangkah dalam resah
Menatap jalan yang makin berliku
Dan hatipun kian bimbang
Terhempas angin ujian
Yang silih berganti

Mataku mengabut melihat jalanku yang tak berujung
Mendaki..
Berbatu..
Dan penuh duri…

Ah, aku tiada melihat cahaya diujung sana
Hanya kabut yang menutup..

Bersama deru angin yang melolong
Ku coba terus telusuri jalan ini
Sembari mengharap
Suatu saat aku akan temukan sinar terang
Yang membuatku tersenyum
Tuk songsong masa depan yang ku harapkan
Dengan kuasa Allah pemilik alam.



MALAM  INI AKU TIDAK TAHAJJUD

Ku bercengkrama dengan malam
Menabur harapan pada hujan
Berselimut pada kabut
Yang kian susut

Di ujung malam
Ada syetan merobek iman
Meniup kenikmatan dikedalaman tidur
Melenakan akan kebesaran Tuhan
Mengalun dalam dengkuran panjang
Rasa berat membebani jiwa
Yang menyumbat pada kelopak mata

Ku coba sapa malam
Namun …
Tak kutemukan bintang
Semua kelam
Hanya diriku yang tergolek
Dalam keangkuhan yang tak kunjung padam
Sebab…
Malam ini aku tidak tahajjud. Tuhan




KAU YANG ADA DI HATI…

 Dari dulu sampai sekarang kau jauh di mata

 Tapi selalu dekat dihati….

 Bahkan waktu tak mampu mengubahmu menjadi bayangan

 Kau ada

 Benar-benar ada

 Dalam jiwa

 Dalam doaku dan doamu

 Memberi nafas semangat satu sama lain

 Membingkai kenangan dalam kuburan hati

 Mengubah madu menjadi kemasan manis yang menawan

 Aku juga akan ada

 Dalam hati

 Dalam doa

 Tak akan pernah hilang lagi

 Dan takkan mudah lagi hilang

 Untukmu yang ada dalam hati

 Aku akan menjadi laki-laki sejati

 Membuat permaisuriku menjadi bingkai indah dalam istanaku

 Hanya hati yang tau apa yang ada dihati

 Bahkan bibirpun tak mampu mengucap

 Sepatah kata maupun ribuan kata tak akan mempu menjelaskan hati

 Seperti indah yang kau beri

 Ikhlas dan harapan mu yang kau janjikan adalah abadi

 Karena cinta yang sejati

 Kadang memang tak harus memilki

 Bukan kah surga itu nyata

 Bukankah kita kekal di dalam nya

 Jadi tetaplah semangat menghadapi dunia dan tunggu aku disana




MENTARI
 Hai mentari pagi
 Hari ini kau datang tampak cerah sekali
 Engkau datang tiap hari
 Untuk sumber energi pribumi
 Semua orang berlari pagi
 Untuk menyehatkan diri
 Tanpa kau, hai mentari
 Di seluruh bumi ini
 Akan mati tiada lagi


PENGAMEN KECIL
 Batang tubuhku sebenarnya tak kuat
 tuk menahan teriknya mentari
 di tiga lampu berwarna ini
 Ku ikhlaskan saja
 tuk petik dawai-dawaiku lagi
 Demi nasiku hari ini
 Demi perutku hari ini
 yang kroncongan
 Ku mau minta maafku hari ini
 Tuk para raja jalanan
 Yang berbelas kasihan
 Memberiku uang jajan
 Doaku Tuhan menyertaimu
 Maaf ku, aku terpaksa meminta kepadamu


SIPADAN LIGITAN
 Di perbatasan garismu
 Aku sayu mendengar beritamu
 Lepas dariku, kau kini telah pergi
 Berjuta kenangan, kemasyuran
 Telah tergantikan
 Kemolekanmu , keindahanmu
 Kini bukan milikku lagi
 Kau telah pergi untuk selamanya di negri orang
 Ku juangkan kau di negri seberang
 Tapi tetap saja kau menyeberang tuk berperang
 Kini kau tinggal kenangan
 Di negriku kau kan tetap menjadi
 Warisan cerita yang berkesudahan



ANDAIKAN BOLEH MEMINTA
 Teringat pesan ibu di hari minggu
 saat bus aku tunggu
 Dik, jika ayah pulang
 kamu ingin apa ?
 Aku tidak menjawab, diam
 Dik, kamu mau apa ?
 Aku masih diam, tak menjawab
 Dan ibu pun bosan bertanya
 Saat duduk di atas bus tua yang pengap
 Aku tetap tak menjawab
 Aku hanya bicara pada ibu aku ingin
 belaian kasih sayang ayah dan ibu
 sampai matahari terbit dari barat


ISTANA LANGIT
 Memandang ke angkasa lepas
 biru,putih bahkan abu-abu
 warnamu menampakkan
 Tak terbayang jika manusia
 berpijak di atasnya
 Apa yang akan dirasa,
 senang, gembira pasti bahagia disana.
 Memang manusia tak berhak tinggal
 Apalagi tidur di istana langit
 Hanya Tuhan sang pencipta alam
 Yang menguasai jagad raya,
 Yang bersemayam didalamnya
 Untuk mengatur kehidupan ini
 sampai kiamat nanti tiba


BERGURU PADA SEMUT
 Hitam, merah berjalan merayap
 Menyelinap mencari celah
 Mencari makan.
 Hitam dan merah tak pernah gerah
 Menjunjung makanan bersama sama
 Membawa masuk ke istana raja.
 Berpesta bersama dalam semangat
 yang tetap mempesona.



MU’JIZAT DI ATAS DOA
 Segudang harapan manusia
 tersimpan dalam kata – kata
 Terpanjatkan bersama untaian suara
 yang berisi harapan tuk kehidupan
 Untukmu para siswa Indonesia,
 untaian harapanmu tersimpan dalam doa.
 Terus dan teruslah berdoa
 mendekatlah kepada sang pencipta
 Kuasa ada bersamaNya
 Tak perlu kau resah
 pabila harapan tidak terwujudkan
 Janganlah berputus asa dan tetap berdoa
 karena doa adalah mu’jizatNya


IRAMA NUSANTARA
 Meliuk, membentang, dan menggejola
 Perihalmu menampilkan
 Pabila satu, pabila dua, pabila tiga
 Itu pastilah berbeda
 Sedikit orang yang memperlihatkan
 Apalagi mengerti perihalmu beda itu
 Tak sedikit darah yang ditumpahkan
 ataupun harta dikobarkan
 Tuk menebus gejolak iramamu itu
 Memang hanya satu yang dapat
 meredam ,meluluh, bahkan menyirnakan
 Pabila persatuan tertancapkan di irama nusantaramu


BUAT IBU TERCINTA
 Ibu,
 kala aku beranjak dewasa,
 kala aku membutuhkan tempat bertanya,
 kenapa Ibu pergi?
 Ibu,
 ibu tahu tidak kalau aku sedih?
 ibu tahu tidak kalau aku takut?
 tapi kenapa Ibu pergi?
 Ibu,
 bicara dong, kenapa cuma diam saja?
 memang beban ini cuma milikku saja?
 Ibu,
 kalau memang begitu adanya,
 doakan aku supaya kuat,
 doakan aku supaya bijak
 dan tidak terinjak-injak…

Dari putrimu
 yang sangat menyayangi,
 merindukan,
 dan membutuhkanmu….

Aku ingin sehat
 Badan kurus kering kerontang
 tak nafsu makan
 Bagaikan bunga-bunga kering
 yang beterbangan
 Pagi hari yang indah
 Harus bangun tanpa gundah
 Tinggalkan kelana
 Memutar badan berolahraga
 Minum dan makan membahana
 Menggapai tubuh sehat maha sempurna


KEMERDEKAAN INDONESIA
 Aku bisa tertawa
 Aku bisa bergaya
 Aku bisa berpesta
 Aku bisa tamasya
 Karena Indonesia telah merdeka
 Kemerdekaan yang mahal harganya
 yang tak dapat diukur dengan harta
 sekalipun segunung, sepulau bahkan sebenua
 Kini kewajibanku sebagai anak bangsa
 Belajar tekun untuk membangun bangsa
 Agar nanti menjadi negara yang kaya raya

Aku ingin….
 Pahlawan yang telah gugur dahulu
 dapat tertawa lega melihat anak cucunya bahagia
 Mereka dapat tidur nyenyak di sisi-Nya


SAAT MATAHARI BERSINAR
Pagi yang sunyi
Hari ini aku terbangun
Aku sujud
Mensyukuri…hembusan nafasku masih menyatu
Dalam ragawi yang fana

Di ufuk timur,
Aku dapat melihat lagi
Sang raja siang bersinar megah

Tahukah kau…
Aku tiada bisa berhenti mengagumi matahari
Panas yang terpancar menyentuh bumi
Semarakan kehidupan

Tanpa matahari
Dunia beku
Hanya salju tebal yang merajai
Tak ada kehidupan

Aku mengagumi matahari
Karena matahari adalah bukti
Betapa hebatnya Tuhan
Tiada yang dapat menandingi Tuhan

Dari balik tirai jendela…
Saat cahaya matahari menyentuh helai dedaunan
Aku lihat…
Sebuah lukisan alam nan indah



INDONESIAKU

Malang nasibmu, Indonesiaku…
 tiga setengah abad engkau di jajah
 kucuran keringat dan darah, harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang.

66 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka.
 malang nasibmu, indonesiaku…
 engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta
 sang merahputihpun tetap berkibar di sana, seakan menampar muka para penguasa korup
 Burung garudapun tetap bertengger di sana.
 Burung garuda berkata “hai penguasa…! turunkan aku dari sini, kau merongrong indonesiaku”
 merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna.
 malang nasibmu, indonesiaku…
 mereka berebut kekuasaan…


PAHLAWAN


Di balik dawai dia berjasa,

Bersembunyi namun terdengar,

Pengantar alunan tanpa terpandang,

Deretan nada tercipta oleh getaran,

Tanpa jasa, beliau mengantar ketentraman di keramaian,

Sekarang, alunan tercipta indah,

Mengalun tenang dan menidurkan,

Menidurkan mereka sehingga terbuai kenikmatan,

Tidak ingat pengantar, lupa akan pembawa kenikmatan,

Nikmat, nikmat, dan nikmat..

Tanpa tahu getir pahit sang pengantar kenikmatan..

Kawan… ingatkah kalian akan pahlawan?


UNTUK PAHLAWAN NEGERIKU

Untuk negeriku…
 Hancur lebir tulang belulangku
 Berlumur darah sekujur tubuh
 Bermandi keringat penyejuk hati
 Kurela demi tanah air negeriku
 Sangsaka merah berani
 Putih suci
 Melambai-lambai ditiup angin
 Air mata bercucuran, menganjungkan doa
 untuk pahlawan negeri
 Berpijak berdebu pasir
 Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagad raya
 Hanya jasamu bisa kulihat
 Hanya jasamu bisa kukenang
 Tubuhmu hancur hilang entah kemana
 Demi darahmu ….
 Demi tulangmu ..
 Aku perjuangkan negeriku ini, Indonesia.


SEMANGAT PAHLAWAN

Ku lihat engkau di sana, pahlawan

Tak menyerah patah arang

Tak gentar medan kau lawan

Bersorak-sorai tanda kemenangan

Letih raga kau rasa

Jatuh tanda tak kalah

Di sini ku kan berdoa

Bangkit hadapi menyerang lawan

Tak dengar caci mereka

Berjalan, Tuhan akan berkata

Hamba bersujud berharap

Mentari senyum tanda melawan

Ku lihat engkau di sana, pahlawan

Walau tulang tak lagi menyatu

Tapi jiwa berkata beda

Semangat maju takkan luntur

Kini, mimpi telah usai

Tapi cita takkan berhenti

Perjalanan hidup panjang di sini

Semangat pahlawan kembali



Dan berikut ini adalah kumpulan dari puisi pahlawan yang berasal dari pujangga besar tanah air Chairil Anwar.


DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
 tuan hidup kembali
 Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
 Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
 Pedang di kanan, keris di kiri
 Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
 Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
 Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
 Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
 Binasa di atas ditindas
 Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
 Jika hidup harus merasai

Maju
 Serbu
 Serang
 Terjang


PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
 Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
 dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
 Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
 Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
 Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
 Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

(1948)

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
 Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
 bermata tajam
 Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
 kepastian
 ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
 Aku suka pada mereka yang berani hidup
 Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
 Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
 Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
 tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
 Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
 terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
 Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
 Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
 Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
 Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
 Tapi adalah kepunyaanmu
 Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
 atau tidak untuk apa-apa,
 Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
 Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
 Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
 Teruskan, teruskan jiwa kami
 Menjaga Bung Karno
 menjaga Bung Hatta
 menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
 Berikan kami arti
 Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
 yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
 Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi


UNTUK IBU PERTIWI

Bukit-bukit di negeriku kini tenggelam
Oleh darah dan air mata
Apa yang dapat dilakukan oleh seorang anaknya yang merantau?
Untuk masyarakatnya yang sengsara?
Apa pula gunanya keluh-kesah
Seorang penyair yang sedang tidak di rumah?
Seandainya rakyatku mati dalam pemberontakan menuntut nasibnya,
Aku akan berkata “Mati dalam perjuangan
Lebih mulia dari hidup dalam penindasan”
Tapi rakyatku tidak mati sebagai pemberontak
Kematian adalah satu-satunya penyelamat mereka,
Dan penderitaan adalah tanah air mereka

Ingatlah saudaraku,
Bahawa syiling yang kau jatuhkan
Ke telapak tangan yang menghulur di hadapanmu,
Adalah satu-satunya jambatan yang menghubungkan
Kekayaan hatimu dengan cinta di hati Tuhan.

Ya itulah sebuah puisi yang dibuat oleh seorang Khalil Gibran, penyair yang terkenal dan hidup dari  1833 sampai 1931. benar-benar puisi ibu yang dapat membuat kita menangis bukan?


IBU PERTIWI…

Jika angin tak lagi berhembus

Jika api tak lagi membara

Jika ar tak lagi mengalir

Jika tanah tak lagi membongkah

Apa kita masih dapat berkata?

Tentang hasrat dan milik

Tentang jiwa dan rasa

Tentang dunia yang dipijak nestapa

Tentang duka menyelimuti langkah

Ibu Petiwi…

Masih adakah celah?

Untuk menyimpan gelisah

Untuk menyembunyikan langkah

Tidak, Bu!

Meskipun celah berongga

Dada kita tetap menganga

Meskipun jari tersembunyi

Mata dan telinga tetap terjaga

Ingatlah…

Wahai Ibu Pertiwi

Kami..,

Putra putri bangsa akan melangkah

Dalam langkah satu dan satu

Bukan melompat

Setelah itu kami terjerat!