Header

Header
Dunia ini gelap. Carilah penerang. yaitu Ilmu Pengetahuan
Tampilkan postingan dengan label Wali songo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wali songo. Tampilkan semua postingan

Selasa

FOTO WALI SONGO


BAGI KITA,PARA WALI SONGO ADALAH ORANG YANG SANGAT BERJASA BAGI PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM HUSUSNYA DI TANAH JAWA


Berikut adalah gambar Wali Songo yang dapat ditampilkan :
Sunan Ampel atau Raden Ramatulloh





Raden Paku/ Sunan Giri
Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yaqin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya–seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma).
                Ayahnya adalah Maulana Ishak, saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke Samudra Pasai.
                Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misalnya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah “giri”. Maka ia dijuluki Sunan Giri.


Sunan Drajat

Raden Paku/ Sunan Giri

SunN kAli Jogo/ RaDEn Sahid

Sunan Bonang

Sunan Kudus



Senin

Sejarah


SEJARAH SINGKAT WALI SONGO
Anwar
 Sambil Istirahat mari kita lihat sejarah “Wali songo” penyebar Agama Islam di Indonesia. Kadang kita lupa akan perjuangan para leluhur yang di anggap cerita penghantar tidur. Bahkan kadang ada pula yang belum tahu sama sekali siapa itu “Wali songo”. Walaupun pernah mendengarnya tapi penulis sendiri kadang bila di suruh menyebutkan siapa saja “Wali songo?” penulis masih bingung, lupa dan menyesal. Kenapa menyesal? Karena kenapa penulis tidak hafal para leluhur “Waliulloh Wali songo”. Walaupun bukan Wajib untuk mengetahuinya juga bukan sunnah untuk menghafalkannya. Akan tetapi sejarah harus di hargai, di lestarikan untuk kelak dikemudian hari bila ada salah satu dari anak-cucu kita bertanya kita bisa tahu menjawabnya.